<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lexy ZOnE</title>
	<atom:link href="http://l3xy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://l3xy.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Never Ending Story&#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Sep 2009 14:18:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='l3xy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/09a28d8b68faf60b54392376e22fdd3b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lexy ZOnE</title>
		<link>http://l3xy.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Apa Salah atau Takut Tuhan?</title>
		<link>http://l3xy.wordpress.com/2009/09/29/apa-salah-atau-takut-tuhan/</link>
		<comments>http://l3xy.wordpress.com/2009/09/29/apa-salah-atau-takut-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l3xy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://l3xy.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tadi aku masih melihat bungaku mekar. Daunnya hijau melambai di tiup angin. Kemarin aku masih melihat bulan bersinar sangat cerah. Cahayanya menerangi setiap sudut sisi jiwaku. Tadi pagi juga aku masih melihat langitku cerah, walaupun tidak sebiru kemarin. Tadi pagi aku juga masih mencumbu kabut yang sengar ku suka.
Rapi siang tadi kulihat bungaku dah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=56&subd=l3xy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi tadi aku masih melihat bungaku mekar. Daunnya hijau melambai di tiup angin. Kemarin aku masih melihat bulan bersinar sangat cerah. Cahayanya menerangi setiap sudut sisi jiwaku. Tadi pagi juga aku masih melihat langitku cerah, walaupun tidak sebiru kemarin. Tadi pagi aku juga masih mencumbu kabut yang sengar ku suka.</p>
<p>Rapi siang tadi kulihat bungaku dah jatuh. Daunnya tak hijau lagi di mataku. Bukan malam ini juga sendu kulihat. Cahaya tak cukup untuk menggantikan cahaya kemarin. Langitku sore ini dah gelap tanpa kabut yang menghiasinya.</p>
<p>Hambar lidah ketika makanan yang ku santap tanpa rasa. Sekian lama aku menunggu &#8220;kapan aku bisa merasakan lagi rasa itu, tapi setelah aku mulai merasakannya, Bunga itupun tercabut dariku. Apakah ini keadilan Tuhan?&#8221;</p>
<p>Ya, akan ku kejar sunriseku. Tapi sekarang sunrise yang aku harapkan sudah tertutup awan, tak secerah kemarin. Aku sadar dan sangat sadar kita hidup tidak sendiri ada aku, kamu, dia dan mereka. Tapi itu bukan sebuah ketakutan yang harus dibesarkan. Tidak ada yang salah dalam hal ini, aku hanya menyalahkan diriku sendiri kenapa aku tidak bisa menutup hatiku untuk orang lain seperti kamu? kenapa aku tidak mudah untuk mengucapkan maaf? kenapa tidak cukup kata-kata yang aku harapkan dari kamu? bukan ketakutan yang ingin aku dengar darimu?</p>
<p>Tapi kalau memang ternyata bulanku harus kelabu malam ini, bukan salah keputusan sudah diambil. Engkau hidup dengan egoismu, Engkau hidup dengan idemu, Engkau hidup dengan kemampuamu, Engkau hidup dengan dirimu, Engkau hidup dengan idealisme dan kamu berpikir itulah yang terbaik bagimu dan bagiku. Lain denganku!!!</p>
<p>ya, mungkin itu menurutmu. tapi menurutku lain. Tuhan belum adil untukku sekarang. Tuhan, kenapa engkau munculkan rasa ini kemudian engkau menghujamkan blati di dadaku, sehingga aku tidak merasakan sakit lagi karena itu lebih sakit daripada goresan belatiMu. Tuhan, kamu memang punya hak itu, Engkau berhak atasku. Tapi, perlu Engkau tahu Tuhan, aku adalah hambamu yang sedikit banyak membawa sifatMu.</p>
<p>Salahkah aku mengharapkan cerah mentari? takutkan mentari ketika masih memiliki Tuhan?</p>
<p>Lagi, Apakah aku selama ini menakutkan sebuah beban yang diberikan kepadaku Tuhan? apakah aku pernah merasa bahwa dia adalah beban bagiku? Apakah aku pernah meminta lepaskan dia dariku? apakah selama ini aku meminta untuk dijauhkan dariMu Tuhan? Apakah selama ini aku pernah meminta kepada selainMu?</p>
<p>Dosa, ya aku memang telah dikenalkan dosa oleh syetan. sehingga aku tahu bahwa ada sesuatu yang disukai Tuhan dan disukai syetan. Tapi ini bukan masalah pertentang Tuhan dan syetan.</p>
<p>salahkah aku menuliskan ini Tuhan?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/l3xy.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/l3xy.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/l3xy.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/l3xy.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/l3xy.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/l3xy.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/l3xy.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/l3xy.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/l3xy.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/l3xy.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=56&subd=l3xy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://l3xy.wordpress.com/2009/09/29/apa-salah-atau-takut-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e25e4a6984f928edf1162d239afe018?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">l3xy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Tuhan</title>
		<link>http://l3xy.wordpress.com/2009/03/06/bahasa-tuhan/</link>
		<comments>http://l3xy.wordpress.com/2009/03/06/bahasa-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 16:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l3xy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://l3xy.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Aku dengar seorang teman bercerita tentang Penantian untuk seorang &#8220;son&#8221; selama 2,5 tahun. Aku juga mendengar kisah teman yang kemudian bercerai dengan istrinya setelah 6 tahun menjalankan perahu yang namanya &#8220;KELUARGA&#8221;. Kemarin aku mendengar seorang &#8220;45 tahun&#8221;, ibu, baru mendapatkan &#8220;orok&#8221; setelah 20 tahun lamanya menunggu dengan keputusasaan!. Aku sampai &#8220;merinding&#8221; mendengarnya.
&#8220;Jangan takut Lex!&#8221; kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=51&subd=l3xy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><img class="alignleft size-medium wp-image-54" title="capung2" src="http://l3xy.files.wordpress.com/2009/03/capung2.jpg?w=257&#038;h=277" alt="capung2" width="257" height="277" />Aku dengar seorang teman bercerita tentang Penantian untuk seorang &#8220;son&#8221; selama 2,5 tahun. Aku juga mendengar kisah teman yang kemudian bercerai dengan istrinya setelah 6 tahun menjalankan perahu yang namanya &#8220;KELUARGA&#8221;. Kemarin aku mendengar seorang &#8220;45 tahun&#8221;, ibu, baru mendapatkan &#8220;orok&#8221; setelah 20 tahun lamanya menunggu dengan keputusasaan!. Aku sampai &#8220;merinding&#8221; mendengarnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">&#8220;Jangan takut Lex!&#8221; kata temanku. Memang, bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan. Juga, bukan sesuatu yang menakutkan. Semuanya belum terjadi padaku. &#8220;Penantian&#8221; yang aku jalani sekarang berbeda dengan penantian yang mereka jalani. &#8220;Semuanya mungkin Lex&#8221;. Ya mungkin saja! Ringan aku menjawabnya. Ringan kata-kata seperti ringannya pikiran yang terpenuhi segala urusan yang membuatku lupa akan &#8220;kemungkinan&#8221; itu. Kemudian &#8220;dia&#8221; tertawa &#8220;Sebentar lagi aku punya anak. Anak yang merupakan penerus dari segala apa yang pernah aku impikan!&#8221;. Aku juga seorang anak. Anak yang akan meneruskan mimpi dari ayah ibuku. Anak yang telah membuat mereka bermandikan peluh darah. Ketika aku terbujur dalam kebuntuan &#8220;segalanya&#8221;. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">&#8220;Engkau akan menjadi Bapak dari anak-anakmu tentunya!&#8221;. Engkau juga seorang anak yang sekarang bisa membuat anak dan juga akan bermandikan &#8220;keringat&#8221; untuk anakmu. Semua manusia adalah anak dari anak yang terbesarkan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">Aku mendengar seorang ibu harus &#8220;disayat&#8221; dua kali hanya untuk mendapatkan anak pertamanya setelah tiga kali &#8220;embrio&#8221;-nya mati sebelum tahu anak-anak yang membuatnya. Anak-anak yang belum mengerti &#8220;Bahasa Tuhan&#8221;. Bahasa yang tidak semuanya kita mengerti. </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/l3xy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/l3xy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/l3xy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/l3xy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/l3xy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/l3xy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/l3xy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/l3xy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/l3xy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/l3xy.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=51&subd=l3xy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://l3xy.wordpress.com/2009/03/06/bahasa-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e25e4a6984f928edf1162d239afe018?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">l3xy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://l3xy.files.wordpress.com/2009/03/capung2.jpg?w=279" medium="image">
			<media:title type="html">capung2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Plasma Nutfah Kebencianku</title>
		<link>http://l3xy.wordpress.com/2009/02/17/plasma-nutfah-kebencianku/</link>
		<comments>http://l3xy.wordpress.com/2009/02/17/plasma-nutfah-kebencianku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 02:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l3xy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://l3xy.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan yang kita jalani seolah mimpi. Mimpi yang membuat kita terlena, tapi kadang membuat kita putus asa. Tapi disaat kita terbangun kita akan menyesal, “Kenapa hanya mimpi?” “Ah..syukurlah Cuma mimpi”. Sayangnya hidup bukanlah mimpi. Hidup adalah kenyataan untuk kita memilih. Memilih untuk membuat sebuah keputusan. Hendaklh keputusan diambil dengan bijak. Kenapa? Keputusan yang diambil bukanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=41&subd=l3xy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-medium wp-image-43 alignleft" title="Like Mimosa" src="http://l3xy.files.wordpress.com/2009/02/mimosa-nutup.jpg?w=207&#038;h=275" alt="Like Mimosa" width="207" height="275" />Kehidupan yang kita jalani seolah mimpi. Mimpi yang membuat kita terlena, tapi kadang membuat kita putus asa. Tapi disaat kita terbangun kita akan menyesal, “Kenapa hanya mimpi?” “Ah..syukurlah Cuma mimpi”. Sayangnya hidup bukanlah mimpi. Hidup adalah kenyataan untuk kita memilih. Memilih untuk membuat sebuah keputusan. Hendaklh keputusan diambil dengan bijak. Kenapa? Keputusan yang diambil bukanlah semata-semata kita ingin menghindar dari relaita polemic kehidupan yang datang dengan sendirinya.  Keputusan seseorang bukan untuk menghindar dari sebuah masalah. Tapi, keputusan adalah untuk menyelesaikan masalah tanpa masalah.</p>
<p>Dalam realitanya kadang kita lupa akan akibat yang ditimbulkan dari keputusan yang kita ambil. Padahal, keputusan yang diambil jelas melalui pemikiran yang matang bahkan Istikharah. Hati? Hati yang katanya memiliki mata hati yang tidak bisa berbohong, hati yang katanya tidak bisa berdusta.</p>
<p>Tapi dalam kehidupan yang kita jalani kadang hati bisa terbohongi oleh rasa yang muncul dengan tiba-tiba. Dan itulah yang menyebabkan kita dapat mengambil keputusan yang sangat fatal bagi orang lain. Keputusan yang kadang membuat ”Mandul” hati seseorang.  <em>“Ya Allah jika ia memang baik untukku, baik untuk penghidupanku dan baik untuk penghabisan nafasku ini……”</em>. Ternyata Tuhan punya keputusan lain. <em>“Aku adalah hukum bagi diriku sendiri”</em> (Alit Ferdian, 2001). Sebuah ungkapan yang merupakan wujud pemberontakan, sebuah retorika yang membuat aku mengaguminya. Sebenarnya kalau diteliti lebih dalam lagi, kata-kata tersebut merupakan penyesalan akan kekecewaan. Tuhan yang dianggap bisa memberikan semuanya, tapi kenapa tidak memberikan apa yang ia inginkan. <em> </em></p>
<p><em>“Aku rela bersekutu dengan syaitan yang terkutuk, kalau memang dapat menjadikan Indonesia Merdeka” </em>(Ir. Soekarno). Sekilas kata-kata tersebut merupakan ungkapan dari patriotisme sejati yang menginginkan kemerdekaan bangsanya. Tapi, coba kita telaah lebih dalam lagi. Ternyata kata-kata Soekarno tersebut merupakan wujud kekecewaan. Teriakan seorang anak Indonesia kepada Tuhannya “Kenapa Engkau tidak memerdekan Indonesia dari Sekarang? Sehingga aku harus mengucapkan kata-kata yang kontraversial tersebut?”. <em></em></p>
<p><em>“Kegagalan adalah awal keberhasilan”</em>. Sebuah kata-kata yang membangun semangat perjuangan. Ungkapan yang santun dan wujud kesabaran. Tapi, lagi-lagi ungkapan itu merupakan wujud kekecewaan. Ungkapan yang berisi alasan untuk menutupi kekurangan diri. Ungkapan tentang ketidakberpihakan Tuhan kepada kita. Ungkapan yang menunjukkan bahwa tidak semuanya dapat diberikan Tuhan kepada kita. Dan apakah kita sekarang masih percaya akan Tuhan? Sekali lagi aku diingatkan</p>
<p>“<em>Tuhan punya kehendak lain anakku”</em>. Tapi content yang terkandung didalamnya aku tidak tahu? Kita adalah manusia biasa yang memiliki Cinta, tapi juga memiliki Benci. Ada seseorang yang tadinya benci akhirnya menjadi cinta. Tapi ada juga yang tadinya saling mencintai akhirnya saling membenci. Tapi ternyata belajar untuk mencintai dan belajar untuk membenci sama sukarnya.  Sekarang, marilah kita sadari bahwa dasar dari sebuah benci adalah cinta. Kekecawan yang ada pasti akan berakhir dengan hati yang tersakiti.</p>
<p>Kita tidak usah menyombongkan diri bahwa kita bisa segalanya. Kita ada sekarang jelas peran dan campur tangan dari orang lain. Yang harus kita koreksi adalah apakah kita sudah sadar akan kebencian yang telah ditimbulkan oleh kita terhadap orang lain? Ada manusia yang tidak menghargai cinta, kemudian akan melahirkan kebencian. Dan ada sebagian orang yang dengan kebenciannya mampu bertahan hidup untuk dapat membuktikan bahwa dirinya pantas untuk dicintai. Ada juga manusia yang buta, bahwa dia sebenarnya sedang menjalani hidup dengan kebencian dari seseorang. <em> </em></p>
<p><em>“Kekuatan Cinta”, “Maha Daya Cinta”</em>, aku tidak percaya akan itu semua. Cinta yang aku kenal tidak sekuat yang sering dibincangkan orang dalam sela-sela makan malam. Cinta yang aku kenal merupakan bibit dari sebuah kebencian yang mendarah daging. Aku sekarang berusaha dan belajar untuk membenci, karena aku tidak bisa berusaha lagi untuk mencinta. Aku benci ketika hatiku mengatakan aku mencintainya. Aku juga benci ketika hati ini bisu untuk tidak mengatakan <em>“Aku sangat membencimu”</em>. Aku benci kenapa aku tidak bisa membalas perlakuan yang mengecewakan hati ini. Apakah hatiku terlalu lemah?</p>
<p>Cinta yang telah melahirkan benci dalam hatiku merupakan salah satu perpektif dari sebuah hubungan. Tuhan belum berpihak padaku sekarang, dan mudah-mudahan Tuhan juga bisa bersikap adil terhadap orang lain. Aku yakin suatu saat kebencianku ini akan menimbulkan dampak bagi orang lain. Dan untuk itu aku tidak peduli. Karena kebencianku ini muncul juga dari ketidakpedualian orang lain terhadap hatiku.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/l3xy.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/l3xy.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/l3xy.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/l3xy.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/l3xy.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/l3xy.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/l3xy.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/l3xy.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/l3xy.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/l3xy.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=41&subd=l3xy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://l3xy.wordpress.com/2009/02/17/plasma-nutfah-kebencianku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e25e4a6984f928edf1162d239afe018?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">l3xy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://l3xy.files.wordpress.com/2009/02/mimosa-nutup.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Like Mimosa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kabut di Kaki Langit Slamet</title>
		<link>http://l3xy.wordpress.com/2009/01/09/kabut-di-kaki-langit-slamet/</link>
		<comments>http://l3xy.wordpress.com/2009/01/09/kabut-di-kaki-langit-slamet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 13:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l3xy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nyanyian Rimba]]></category>
		<category><![CDATA[kaki langit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://l3xy.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Langkah kaki di setapak. Seirama dengan hembusan nafas yang terengah. Sengir aroma kabut bercampur dengan uap keringat tubuh ini. Degup jantung yang sibuk mengatur iramanya. Sesekali langkah terhenti. Diantara damar hutan gelap. Sesak udara yang terabaikan oleh keinginan hati akan &#8216;Sunrise&#8221;.
kabut yang berlari menuruni lereng bukit. Mengaisi setiap helai dedaunan. Langkahku kian tertatih diantara ranting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=21&subd=l3xy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-22" title="dsc00231" src="http://l3xy.files.wordpress.com/2009/01/dsc00231.jpg?w=120&#038;h=96" alt="dsc00231" width="120" height="96" />Langkah kaki di setapak. Seirama dengan hembusan nafas yang terengah. Sengir aroma kabut<span id="more-21"></span> bercampur dengan uap keringat tubuh ini. Degup jantung yang sibuk mengatur iramanya. Sesekali langkah terhenti. Diantara damar hutan gelap. Sesak udara yang terabaikan oleh keinginan hati akan &#8216;Sunrise&#8221;.</p>
<p>kabut yang berlari menuruni lereng bukit. Mengaisi setiap helai dedaunan. Langkahku kian tertatih diantara ranting yang patah. Nyanyian malam yang serak. Iringi semangat yang tersisa. Jalan ini terasa panjang dan terjal. Berat beban menambah semakin berliku.</p>
<p>Lambaian puncak yang berbatu, hilangkan lelahku. Hamparan edelwise yang mulai mekar. Pacu darah dalam nadiku. Puncakn sebentar lagi. Kabut masih di kaki langit. Berikan arti tersendiri untuk pendaki.</p>
<p>Kering pohon di Pelawangan. Tampilkan indahnya pagi. Matahari malu-malu bangun dari peraduan. Sinarnya diantara ranting yang mengering. Hangat kopi insani. dan aroma tembakau temani hati yang tersujud. Batu-batu yang terdiam. Seakan ikut bersimpuh akan keagungan-</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/l3xy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/l3xy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/l3xy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/l3xy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/l3xy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/l3xy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/l3xy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/l3xy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/l3xy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/l3xy.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=21&subd=l3xy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://l3xy.wordpress.com/2009/01/09/kabut-di-kaki-langit-slamet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e25e4a6984f928edf1162d239afe018?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">l3xy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://l3xy.files.wordpress.com/2009/01/dsc00231.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00231</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SetoempoeK RinD03</title>
		<link>http://l3xy.wordpress.com/2008/02/09/setoempoek-rind03/</link>
		<comments>http://l3xy.wordpress.com/2008/02/09/setoempoek-rind03/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 16:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l3xy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://l3xy.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini, ketika rongga dada terpenuhi oleh nafsuku. Kulabuhkan dalam tulisanku yang tak jelas artinya. Engkau yang dipingit dalam kastil emosi seorang papa, hanya bisa berikan kabar dalam tulisan pendek. Aku sudah linangkan air mata yang tak berkesudahan.
Namun, kadang keraguan tetap datang menggebu. Engakaulah bidadari dalam bayangan malam. Tak sedikitpun cahaya yang dapat memastikan tampilan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=20&subd=l3xy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Malam ini, ketika rongga dada terpenuhi oleh nafsuku. Kulabuhkan dalam tulisanku yang tak jelas artinya. Engkau yang dipingit dalam <span id="more-20"></span>kastil emosi seorang papa, hanya bisa berikan kabar dalam tulisan pendek. Aku sudah linangkan air mata yang tak berkesudahan.</p>
<p>Namun, kadang keraguan tetap datang menggebu. Engakaulah bidadari dalam bayangan malam. Tak sedikitpun cahaya yang dapat memastikan tampilan wajahmu. Engkau adalah bayangan dalam gulita pagi, yang selalu berikan harap yang terlalu jauh aku harus meraihnya.</p>
<p>Kepastian yang aku nanti. Kadang terbentur oleh terjal kebimbangan yang memudarkan keyakinan dalam hati. Kepercayaan yang aku coba tanam dalam relung hati, kadang tergiurkan oleh bayangan bidadari yang lewat di depanku.</p>
<p>Sayup irama yang menghiburku dengan teriakan kecil. Pudarkan kejenuhan dalam hati akan rindu gadisku. Sampai detik aini aku gak tahu kapankah dan dimanakah aku nanti? Aku binguuuuuuuuuuuuuuuuuuuung!!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/l3xy.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/l3xy.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/l3xy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/l3xy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/l3xy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/l3xy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/l3xy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/l3xy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/l3xy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/l3xy.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/l3xy.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/l3xy.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=20&subd=l3xy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://l3xy.wordpress.com/2008/02/09/setoempoek-rind03/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e25e4a6984f928edf1162d239afe018?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">l3xy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi Untuk Rembulan</title>
		<link>http://l3xy.wordpress.com/2008/01/22/puisi-untuk-rembulan/</link>
		<comments>http://l3xy.wordpress.com/2008/01/22/puisi-untuk-rembulan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 20:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l3xy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://l3xy.wordpress.com/2008/01/22/puisi-untuk-rembulan/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika akhir malam di LPMP:
Rembulan muncul selepas azdan. Ketika rasaku berubah menjadi kabut dalam remangnya senja. Bayangan gadis yang menari di bulu mata. Menyapaku dengan senyuman manis. Rembulan tersenyum melihatku tersenyum. 
Hamparan awan yang berjingkrak perlahan. Kibaskan mendung yang ada ketika ashar. Bekas titik air di atas genteng kamarku. Perlahan mengering, seirama dengan nyanyian malam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=14&subd=l3xy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Ketika akhir malam di LPMP:</p>
<p align="justify"><em>Rembulan muncul <span id="more-14"></span>selepas azdan. </em><em>Ketika rasaku berubah menjadi kabut dalam remangnya senja. Bayangan gadis yang menari di bulu mata. Menyapaku dengan senyuman manis. Rembulan tersenyum melihatku tersenyum. </em></p>
<p align="justify"><em>Hamparan awan yang berjingkrak perlahan. Kibaskan mendung yang ada ketika ashar. Bekas titik air di atas genteng kamarku. Perlahan mengering, seirama dengan nyanyian malam yang mulai membuaiku dalam lamunan imajinasi. Rembulan masih tersenyum.</em></p>
<p align="justify"><em>Canda sahabat yang mencoba menyebrangi akalku. Sedikit tertepiskan oleh kanyataan ketika aku mulai terbangunkan oleh suara lembut bidadari kemerahan. Tatih tapak kaki yang mulai terseok. Teteskan peluh yang keluar dari dahiku.</em></p>
<p align="justify"><em>Rembulan seolah malu. Saat kutanya &#8220;Apakah negkau harus tersenyum setiap malam?&#8221;. Ketika hati ini mulai diliputi keraguan? Engkau yang bersanyam dalam ruang senja. Bergulir, berlari mengejar waktu. Aku masih disini. Ketika semua orang mulai berlari. Ketika semua sahabat mulai beranjak kaki.</em></p>
<p align="justify"><em>Nyanyian binatang malam yang selalu menghiburku di Puncak semeru. Yang lama kurindu. Gadis yang mulai berjalan. Tinggalkan tanya yang harus terbuang begitu saja. Engkau yang sendiri diantara kelam kabut. Mencoba torehkan memori yang akan selalu tengiang dalam gema semesta. </em></p>
<p align="justify"><em>Lorong gedung yang selalu mendakwaku. Tembok dinding yang selalu menghujatku. Kebodohan dan ketidaktahuan yang membuatku terjatuh. tersimpung dipangkuan pertiwi. Ingatkan sebuah pengorbanan sahabat yang tekapar ditiang keabadian? Aku tidak bisa berpikir sampai kesitu.</em></p>
<p align="justify"><em>Selaksa kata yang tercurahkan dalam lembar ini. Takkan mewakili setiap keinginan di hati. Rasa yang tersayat, teriris oleh tajam kibasan sayap malaikat. Takkan mungkin membawaku terbang tinggi. Tetes darah di peraduan yang menangis. Gulirkan air mataku yang mungkin sudah habis. </em></p>
<p align="justify"><em>Urai rambut gadis yang terjuntai. Lambaikan tangan ke rembulan. Rembulanpun menangis, ketika harus sadar bahwa setiap keinginan adalah sebuah perjuangan. Dan&#8230;&#8230;&#8230;setiap perjuangan akan selalu berhadapan dengan kenyataan/ Pahit. Manis yang kadang diharap hilang bersama bising rintik hujan.</em></p>
<p align="justify"><em>Engkau yang tersendiri. Bergelayut dengan renung jiwa. Rongga dada yang sesak dengan asap serutu kebohongan diri. Gulirkan aku dari singgasana nurani. Aku yang mencoba gapai selendang jingga. Tercabik waktu yang menusukku. Sejenak singgah di dahan ranting kering. Yang berjatuhan bersama daun layu.</em></p>
<p align="justify"><em>Setapak yang berdebu. Sisakan bekas yang sebentar hilang. Engkau yang tersenyum bersama rembulan. Berikan aku kesejukan tertahan.</em></p>
<p align="justify"><strong>Sahabat yang datang, berikan dunia tersendiri bagi kehidupan kita</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/l3xy.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/l3xy.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/l3xy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/l3xy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/l3xy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/l3xy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/l3xy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/l3xy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/l3xy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/l3xy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/l3xy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/l3xy.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=14&subd=l3xy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://l3xy.wordpress.com/2008/01/22/puisi-untuk-rembulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e25e4a6984f928edf1162d239afe018?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">l3xy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jari Yang Menari di Atas Peniti</title>
		<link>http://l3xy.wordpress.com/2008/01/18/jari-yang-menari-di-atas-peniti/</link>
		<comments>http://l3xy.wordpress.com/2008/01/18/jari-yang-menari-di-atas-peniti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 16:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>l3xy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Salinan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://l3xy.wordpress.com/2008/01/18/jari-yang-menari-di-atas-peniti/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah tulisan pertamaku di lembar ini. Tiada yang pantas aku sampaikan untuk pertama kalinya selain ucapan &#8220;Assalamu&#8217;alaikum.&#8230;&#8220;. Di lembar ini aku hanya akan mengisikan sebuah puisi yang aku tulis langsung tanpa konsep dan langsung aku ketik di lembar ini. So, jika tidak karuan bentuknya&#8230;yah, itulah tulisan hatiku saat ini.
Dimanakah aku? Ketika raut wajah sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=6&subd=l3xy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini adalah tulisan pertamaku di lembar ini. Tiada yang pantas aku sampaikan untuk pertama kalinya selain ucapan &#8220;<em>Assalamu&#8217;alaikum.</em>&#8230;<span id="more-6"></span>&#8220;. Di lembar ini aku hanya akan mengisikan sebuah puisi yang aku tulis langsung tanpa konsep dan langsung aku ketik di lembar ini. So, jika tidak karuan bentuknya&#8230;yah, itulah tulisan hatiku saat ini.</p>
<p><em>Dimanakah aku? </em><em>Ketika raut wajah sudah tidak menampilkan kenyataan? Aku temukan kebohongan disetiap kedip mata. Dalam balutan sejadahku, aku tunjukkan seonggok dosa kepada Tuhanku. Dalam dekapan shalawatku aku sampaikan senandung hati untuk Muhammad. Aku ingat seorang sahabat Rumi. Ketika lembar-lembarnya memberikan sedikit kesejukan dalam akalku. Akupun mulai mencari kesetiap sudut hati. </em></p>
<p><em>Keyakinan yang tertanam. Kadang tergoyahkan oleh kenyataan. Aku mencoba berdiri diantara dua lembah yang tak mungkin aku tinggal tiap satunya. Getar daun yang menyentuh ranting pohon, berikan irama sendiri akan kerinduanku. Jernih air yang basuh mukaku. Seakan mencoba ulurkan tali kekhusyuan. </em></p>
<p><em>Seraut wajah berikan senyuman kecil. Ditempat ini sekarang, aku mencoba temukan sebuah ikatan. Yang selalu aku tulis dalam salah satu lembar diariku. Aku rasakan embun malam ini. Ketika kantuk terkalahkan oleh sebuah cita. Panggilan merdu diantara tepi malam. Bangunkanku untuk tengadahkan tanganku. </em></p>
<p><em>Ya, disinilah aku. Bersama ranting-ranting yang dipaksakan jatuh oleh angin. Bersama kepak burung yang semakin kuat. Bersama Bidadari yang selalu duduk diperaduannya. Bersama hamparan asa yang saling berebutan mencari jalan keluar. Bersama dengan kesombongan. Bersama dengan harapan. Bersama dengan Kenyataan. </em></p>
<p><em>Kibaran rambut bidadari. Buyarkan mimpi panjangku. Engkau pergi bidadari dalam imajinasi. Lupakan secarik kertas yang engkau jatuhkan.</em></p>
<p align="right">LPMP, 18 Januari 2008</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/l3xy.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/l3xy.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/l3xy.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/l3xy.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/l3xy.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/l3xy.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/l3xy.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/l3xy.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/l3xy.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/l3xy.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/l3xy.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/l3xy.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=l3xy.wordpress.com&blog=2554300&post=6&subd=l3xy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://l3xy.wordpress.com/2008/01/18/jari-yang-menari-di-atas-peniti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e25e4a6984f928edf1162d239afe018?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">l3xy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>