Bahasa Tuhan Maret 6, 2009
Posted by l3xy in Curhat.add a comment
Aku dengar seorang teman bercerita tentang Penantian untuk seorang “son” selama 2,5 tahun. Aku juga mendengar kisah teman yang kemudian bercerai dengan istrinya setelah 6 tahun menjalankan perahu yang namanya “KELUARGA”. Kemarin aku mendengar seorang “45 tahun”, ibu, baru mendapatkan “orok” setelah 20 tahun lamanya menunggu dengan keputusasaan!. Aku sampai “merinding” mendengarnya.
“Jangan takut Lex!” kata temanku. Memang, bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan. Juga, bukan sesuatu yang menakutkan. Semuanya belum terjadi padaku. “Penantian” yang aku jalani sekarang berbeda dengan penantian yang mereka jalani. “Semuanya mungkin Lex”. Ya mungkin saja! Ringan aku menjawabnya. Ringan kata-kata seperti ringannya pikiran yang terpenuhi segala urusan yang membuatku lupa akan “kemungkinan” itu. Kemudian “dia” tertawa “Sebentar lagi aku punya anak. Anak yang merupakan penerus dari segala apa yang pernah aku impikan!”. Aku juga seorang anak. Anak yang akan meneruskan mimpi dari ayah ibuku. Anak yang telah membuat mereka bermandikan peluh darah. Ketika aku terbujur dalam kebuntuan “segalanya”.
“Engkau akan menjadi Bapak dari anak-anakmu tentunya!”. Engkau juga seorang anak yang sekarang bisa membuat anak dan juga akan bermandikan “keringat” untuk anakmu. Semua manusia adalah anak dari anak yang terbesarkan.
Aku mendengar seorang ibu harus “disayat” dua kali hanya untuk mendapatkan anak pertamanya setelah tiga kali “embrio”-nya mati sebelum tahu anak-anak yang membuatnya. Anak-anak yang belum mengerti “Bahasa Tuhan”. Bahasa yang tidak semuanya kita mengerti.





