Jari Yang Menari di Atas Peniti Januari 18, 2008
Posted by l3xy in Salinan Hati.trackback
Ini adalah tulisan pertamaku di lembar ini. Tiada yang pantas aku sampaikan untuk pertama kalinya selain ucapan “Assalamu’alaikum.…“. Di lembar ini aku hanya akan mengisikan sebuah puisi yang aku tulis langsung tanpa konsep dan langsung aku ketik di lembar ini. So, jika tidak karuan bentuknya…yah, itulah tulisan hatiku saat ini.
Dimanakah aku? Ketika raut wajah sudah tidak menampilkan kenyataan? Aku temukan kebohongan disetiap kedip mata. Dalam balutan sejadahku, aku tunjukkan seonggok dosa kepada Tuhanku. Dalam dekapan shalawatku aku sampaikan senandung hati untuk Muhammad. Aku ingat seorang sahabat Rumi. Ketika lembar-lembarnya memberikan sedikit kesejukan dalam akalku. Akupun mulai mencari kesetiap sudut hati.
Keyakinan yang tertanam. Kadang tergoyahkan oleh kenyataan. Aku mencoba berdiri diantara dua lembah yang tak mungkin aku tinggal tiap satunya. Getar daun yang menyentuh ranting pohon, berikan irama sendiri akan kerinduanku. Jernih air yang basuh mukaku. Seakan mencoba ulurkan tali kekhusyuan.
Seraut wajah berikan senyuman kecil. Ditempat ini sekarang, aku mencoba temukan sebuah ikatan. Yang selalu aku tulis dalam salah satu lembar diariku. Aku rasakan embun malam ini. Ketika kantuk terkalahkan oleh sebuah cita. Panggilan merdu diantara tepi malam. Bangunkanku untuk tengadahkan tanganku.
Ya, disinilah aku. Bersama ranting-ranting yang dipaksakan jatuh oleh angin. Bersama kepak burung yang semakin kuat. Bersama Bidadari yang selalu duduk diperaduannya. Bersama hamparan asa yang saling berebutan mencari jalan keluar. Bersama dengan kesombongan. Bersama dengan harapan. Bersama dengan Kenyataan.
Kibaran rambut bidadari. Buyarkan mimpi panjangku. Engkau pergi bidadari dalam imajinasi. Lupakan secarik kertas yang engkau jatuhkan.
LPMP, 18 Januari 2008






Salinan hati, yang dituliskan bagus perlu di contoh nich
Hati-hati berdiri di antara 2 lembah…apalagi di malam hari…mbok kejeglong… lara lho…
hati-hati berdiri diantara 2 lembah…tapi juga jangan takut…karena terkadang kita harus melakukan sesuatu yang salah untuktahu mana yang benar…
duh bagus banget jek, u layak tuh jadi penulis, gua salut
kapal dipelabuhan memang lebih aman
tapi bukan tujuan kita membuat kapal
ok bro……arepam balik jam pira? apa ben puas disit aku latihan